10 Sensor Pada Mesin Injeksi Yang Perlu Diketahui

Advertisement

Sensor Pada Mesin Injeksi 2019 – Dunia otomotif memang luas, perkembangan teknologi pada dunia otomotif ini juga sangat pesat sehingga tak heran jika berbagai motor maupun mobil saat ini sudah menggunakan teknologi-teknologi terbaru saat ini. Salah satunya ialah teknologi injeksi, meski teknologi ini sudah lama digunakan oleh kendaraan jenis mobil namun untuk sepeda motor teknologi baru mulai digunakan secara umum di tahun 2011 yang lalu.

Dengan teknologi Injeksi ini dapat dipastikan jika perfoma motor makin tangguh dan konsumsi bahan bakar bahan pun menjadi lebih efisiensi. Saat ini beberapa merek motor ternama di Indonesia juga sudah menggunakan teknologi Injeksi sebagai sistem bahan bakar dan salah satunya ialah merek motor dengan nama Honda. Ya, pada saat ini teknologi injeksi yang digunakan oleh Honda memang lebih populer dengan nama PGM Fi. Lantas apa saja sensor pada mesin injeksi yang perlu kita ketahui?

Sebelum kita membahas lebih luas mengenai sensor pada mesin injeksi, terlebih dahulu mari kita cari tahu apa itu teknologi injeksi? Sistem Injeksi adalah sebuah teknologi yang digunakan dalam mesin pembakaran untuk mencampur bahan bakar dengan udara sebelum dibakar. Dengan menggunakan teknologi injeksi akan meningkatkan tenaga mesin bila dibandingkan dengan teknologi karburator.

Advertisement

Pasalnya injektor membuat bahan bakar tercampur secara homogen, hal ini tentu akan menjadikan bahan bakar dapat mengontrol pencampuran bahan bakar dan udara menjadi lebih tepat, baik dalam proposi dan keragaman. Sementara itu sistem injeksi dapat berupa mekanikal, elektronik atau campuran keduanya. Nah, apa saja sensor pada mesin injeksi yang perlu kita ketahui? untuk itu mari kita simak ulasanya berikut ini.

Sensor Pada Mesin Injeksi

Sensor pada Mesin Injeksi Yang Perlu Diketahui

Sensor pada Mesin Injeksi Yang Perlu Diketahui

Teknologi injeksi memang merupakan teknologi terbaru di dunia otomotif yang berfungsi sebagai sistem bahan bakar. Dengan teknologi ini pastinya perfoma mesin motor akan menjadi jauh lebih tangguh, bertenaga serta irit bahan bakar. Selain itu dengan adanya teknologi ini juga akan membuat motor menjadi lebih ramah terhadap lingkungan. Nah inilah sensor pada mesin injeksi yang perlu kita ketahui.

1. Malfuntion Indikator Lamp (MIL)

MIL atau Malfuntion Indikator Lamp merupakan lampu indikator yang terdapat pada spedometer, biasanya pada warna indikator tersebut berwarna kuning yang memiliki fungsi sebagai penanda pada pemakaian sepeda motor Honda, tentang kerusakan pada sistem injeksi. Apabila pada sistem injeksi yang salah satu sensornya tidak berfungsi atau mengalami kerusakan maka pada lampu MIL tersebut akan memberikan sebuah tanda sinyal atau kedipan dan jika lampu tersebut tidak berkedip sistem injeksi tersebut masih dikatakan normal.

Akan tetapi tidak semua komponen injeksi mengalami kerusakan pada lampu indikator MIL harus berkedip. Pada kerusakan fuel pump yang seperti tekanan bahan bakar yang meleleh, lampu indikator tersebut tidak akan berkedip dan tidak akan terdeteksi oleh MIL. Jika dalam ECM masih menyimpan kode kerusakan di masa lalu, nah jika anda akan mengetahui secara pastinya anda harus menggunakan alat/tool yakni bernama SCS conector atau biasanya disebut jumper.

2. Pompa Bahan Bakar (Fuel Pump)

Fuel pump ini memiliki fungsi untuk memompa bahan bakar yang akan diteruskan ke injector yang melalui selang, karena bahan bakar dipompa, maka memiliki tekanan. Tekanan pada fuel pump ini juga sangat berpengaruh dimesin yang bersistem PGM-Fi. Untuk kekuatan bahan bakar harus berukuran 294kPa/12Volt= 43 Psi = 2.94 bar pada idle langsam.

Untuk kondisi tekanan yang berlebihan akan menyebabkan kerusakan pada komponen lain dan bila tekanan bahan bakar tersebut kurang dari standart maka akan menyebabkan kinerja mesin akan melemah bahkan dapat menyebabkan mensin mogok.

3. Engine Control Module (ECM)

ECM biasa disebut dengan prosesor semua program PGM-Fi. Sistem PGM-Fi disini memiliki fungsi untuk mengatur waktu pengapian yakni pengatur waktu kapan injektor akan menyemprotkan bahan bakar, mengatur campuran udara dan bahan bakar yang ideal yang sesuai dengan temperatur mesin bahkan sampai hasil sisa pembakaran komponen tersebut selalu mendapatkan laporan dari sensor yang lainya untuk memberikan yang terbaik untuk mesin. Apabila sistem ECM ini mengalami rusak maka pada motor akan mati total.

4. Sonsor CKP – Crankshaft Position

Sensor CKP memiliki fungsi untuk mendeteksi keberadaan poros engkol yakni dimana sensor tersebut selalu mengirim sinyal ke ECM dan kemudian ECM menentukan kapan waktu pengapian dan kapan waktunya bahan bakar di injeksikan melalui komponen injektor. Bila sensor CKP mengalami kerusakan maka ECM tidak dapat menerima data dari sensor CKP dan ECM tidak mau berfungsi dan akibatnya engine akan mati.

5. Injektor

Injektor memiliki fungsi untuk menyemprotkan bahan bakar ke dalam ruang bahan bakar dengan mengganti partikel bahan bakar menjadi kabut. Bahkan pada injektor di sistem PGM-Fi ini dapat membuat bahan bakar terhalus sedunia, karena hal ini memiliki lubang yang berukuran diameter 0.152 mm pada motor supra X 125cc.

6. Throttle Body

Nah perlu anda ketahui jika didalam Throttle Body terdapat tiga sensor yakni sensor MAP, sensor TP dan sensor IAT.

  • Sensor MAP memiliki fungsi untuk medeteksi tekanan udara yang akan masuk melalui intake manifold jika sensor tersebut rusak mesin masih bisa bekerja dengan baik/normal.
  • Sensor TP memiliki fungsi untuk mendeteksi sudut pembukaan throttel ketika kabel gas kita putar, kemudian mengirimkan sinyal pada ECM, seberapa banyak bahan bakar yang harus di injeksikan. Jika sensor ini mengalami kerusakan maka mesin tidak akan normal melemah.
  • Sensor IAT memiliki fungsi untuk mendeteksi suhu udara yang masuk melalui intake manifold, bila sensor tersebut mengalami kerusakan engine masih dapat bekerja dengan normal.

7. Sensor Engine Oil Temperatur (EOT) dan Sensor Engine Coolant Temperatur

Kedua sensor tersebut memiliki fungsi yang sama yakni untuk mendeteksi suhu mesin, namun sensor ECT ini dapat dipasang pada mesin berpendingin radiator dan EOT pada mesin berpedingin udara seperti motor Supra X 125 pGM-Fi.

8. Sensor O2

Sensor ini memiliki fungsi untuk mendetekni kadar O2 tepatnya dihasil buang sisa pembakaran, sensor tersebut juga akan mengoreksi dan melaporkan ke pada ECM untuk selalu membuat campuran bahan bakar dan udara selalu ideal dalam setiap proses pembakaranya.

9. Sensor Idle Air Control Valve (IACV)

Sensor ini memiliki fungsi seperti Choke otomatis dan memudahkan penyalaan mesin pada waktu pertama kali di hidupkan.

10. Sensor Bank Engale

Dan yang terakhir ada sensor bank engle yang merupakan sensor untuk kemiringan 60 derajat, dan dengan adanya sensor tersebut mesin akan mati apabila mengamali kemiringan sampai 60 derajat. Sensor ini juga berfungsi ketika motor terjatuh.

Sensor injeksi memang merupakan komponen penting yang harus dipahami, sehingga jika sewaktu-waktu motor anda mogok dijalanan anda bisa mengetahui penyebab terjadinya motor mogok. Selain itu dengan teknologi injeksi perfoma motor saat ini akan menjadi lebih tangguh dan lebih hemat bahan bakar. Selain itu dengan adanya teknologi ini motor-motor Honda saat ini akan terlihat lebih keren dan lebih modern.

Baca Juga Informasi Lainnya
Harga Shock YSS Tabung Cara Membersihkan Tangki Motor

Demikian ulasan mengenai 10 Sensor Pada Mesin Injeksi Yang Perlu Diketahui. Dengan memahami beberapa sensor tersebut kalian akan menjadi lebih tahu penyebab motor tersebut mati di jalanan. Sementara itu beberapa sensor injeksi diatas juga memiliki fungsi yang hampir sama, namun memiliki kenerja yang sangat bagus. Demikian ulasan mengenai 10 Sensor Pada Mesin Injeksi yang perlu kita ketahui, semoga bermanfaat dan “SALAM OTOMOTIF”.

5/5 (1 Review)
Advertisement