22 Cara Menyetel Platina Mobil & Fungsi Platina 2019

Advertisement

Cara Menyetel Platina Mobil – Sebelum kita membahas lebih lanjut cara menyetel paltina mobil, alangkah baiknya kita bahas terlebih dahulu pengertian Platina pad mobil. Nah guys apa itu Platina? Platina adalah salah satu komponen yang ada di sistem pengapian dan berfungsi untuk memutus atau menghubungkan arus listrik yang mengalir menuju kumparan primer pada koil pengapian. Fungsi platina juga sangat penting karena tanpa adanya platina maka tidak ada tegangan tinggi yang dibutuhkan oleh busi  untuk menghasilkan percikan api.

Karena dari kontak platina inilah dihasilkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder 10 KV atau lebih, bekerja ketika arus listrik yang mengalir pada kumparan primer koil secara tiba-tiba diputuskan oleh platina yang kemudian dibangkitkan tegangan tinggi pada kumparan sekunder melalui induksi diri. Bagi kalian yang memiliki mobil lawas atau sudah agak berumur dan masih menggunakan platina sebagai sistem pangapianya, tentu pernah muncul pertanyaan untuk apa platina disetel?

Nah sobat, penyetelan platina sendiri adalah penyetelan sudut dwel, merupakan waktu lamaya celah platina dalam posisi menutup, yaitu ketika platina mulai menutup sampai platina mulai membuka pada tonjolan berikutnya. Sudut dwel harus disetel karena komponen ini berkaitan dengan pengapian, bahwa tegangan tinggi yang dihasilkan oleh koil adalah akibat dari pemutusan aliras arus listrik pada kumparan primer koil yang dilakukan oleh platina.

Advertisement

Ketika pemutusan arus listrik di kumparan primer terhambat dari waktu yang di tentukan maka otomatis munculnya tegangan tinggi pada kumparan sekunder koil juga terhambat. Dengan kata lain suplai tegangan ke busi juga terlambat sehingga percikan api yang dihasilkan oleh busi juga terlambat. Pada prinsipnya timing atau waktu pengapian pada sistem pengapian kususnya konvesional sangat ditentukan oleh mekanisme paltina. Nah berikut adalah beberapa Cara Menyetel Platina Mobil Yang Benar.

Cara Menyetel Platina Mobil Yang Benar

Cara Menyetel Platina Mobil

Cara Menyetel Platina Mobil

Alat-alat yang dibutuhkan

Nah guys sebelum kita melakukan penyetelan platina pada mobil kita perlu memerlukan alat-alat guna memperlancar kita dalam menyetel platina tersebut. Dan berikut adalah alat-alat yang dibutuhkan dalam menyetel platina mobil :

  • Siapkan kunci ring nomer 19.
  • Siapkan juga obeng plus (+) dan obeng min (-).
  • Selanjutanya siapkan juga fuller yang berfungsi untuk mengukur celah platina.

Dan setelah anda mempersiapkan alat-alat tersebut maka kita akan memuali menyetel platina tersebut dengan cara yang benar dan berikut adalah beberapa cara menyetel platina mobil yang bernar.

Cara Menyetel Platina Mobil

1. Kondisi Mobil

Pastikan aki mobil benar-benar dalam konsidi prima. Karena dalam menyetel platina kita perlu beberapa kali memutar mesin. Dan langkah pertama anda harus membuka katup distributror terlebih dahulu. Bersihkan lalu lihat apakah permukaan platina bersih dan tidak ada benjolan, pasalnya jika ada benjolan pada permukaan platina lebih baik diganti dengan yang baru berikut condensornya.

2. Crank shaft

Setelah itu putarlah pully poros engkol atau yang biasa disebut dengan crank shaft searah jarum jam hingga titik pully mengarah ke titik nol (0) derajat atau dalam istilah TOP 1. Setelah itu perhatikan noken distributornya, berhenti ketika nol-nya mengetuk benjolan pada platina.

3. Baud pengikat platina

Selanjutnya dalam menyetel platina mobil adalah anda juga harus mengendorkan baud pengikat platina, dalam hal tersebut di usahakan jangan terlalu longgar saat memutar baud pengikat platina, kurang lebih satu putaran saja sampai platina dapat digoyangkan dengan obeng negatif pada alur penyetelan platina sehingga celah platina dapat di renggangkan dan di sempitkan.

4. Ukuran celah platina

Utuk ukuran celah platina standar adalah 0,45 mm. Dan dikarenakan pada ukuran fuller tidak ada ukuran 0,45 mm maka anda boleh menggunakan ukuran fuller dengan ukuran celah 0,40 mm. Akan tetapi jangan terlalu rapat dan sedikit longgar supaya mengikuti celah ukuran 0,45 mm.

5. Stel paltina

Kemudian setelah anda memasukan fuller ke dalam celah platina, lalu anda langsung stel platina dengan menggunakan obeng min (-). Caranya adalah dengan menggesaer platina secara perlahan menggunakan obeng min (-) dengan menekan coak atau tonjolan yang berada didekat platina tersebut. Perlu di ingat setiap jenis mobil memiliki coak ataupun tonjolan yang berbeda. Dan apabila platina harus diganti pada tahap ini langsung ganti saja platina yang rusak dengan yang baru.

6. Mengecek celah platina

Setelah selesai melakukan penyetelan, cek lah celah platina dan jika sudah pas dengan ukuran tersebut lansung saja anda kencangkan baud platina tersebut dengan menggunakan obeng plus (+).

7. Memasang tutup distributor

Dan setelah semua selesai maka tutup kembali distributor atau yang biasa disebut dengan delco.

8. Menyalakan mesin

Nah kalau mesin sudah hidup, kendorkan baud 10 mm yang mengancing distributor pada blok mesin. Pelan-pelan memutar ke kiri atau kekanan. Dengarkan putaran mesin, berhentilah ketika sudah menemukan putaran mesin yang paling tinggi. Ketika sudah beberapa kali mencoba dan berhasil, ada cara lebih canggih yakni sambil mempermainkan RPM mesin distributor diputar mencari kondisi mesin tidak knoking ketika mesin disentak.

Penyebab Kerusakan Platina

Penyebab kerusakan Platina

Penyebab kerusakan Platina

Ada beberapa kerusakan pada platina seperti halnya ketika mobil tidak dapat distarter, mberbet, tidak bertenaga nyendat-nyendat merupakan salah satu adri kondisi platina yang sudah aus, miring benjol atau setelah platina sudah berubah. Dan ketika percikan api busi menjadi kecil akan berakibat pada tegangan induksi koil kecil, dan berikut beberapa penyebab kerusakan pada platina.

9. Kontak permukaan yang kurang baik

Kontak permukaan yang kurang baik dapat menyebabkan kerusakan  pada platina. karena akan menyebabkan luas permukaan menjadi lebih kecil, permukaan kontak cepat terbakar, aliran arus primer kecil, tegangan induksi koil pengapian menjadi kecil sehingga api busi menjadi kecil.

10. Permukaan kontak kotor atau terbakar

Permukaan kontak kotor menjadi salah satu penyebab rusaknya platina, karena menyebabkan tahanan bertambah yang membuat arus primer menjadi kecil, tegangan induksi kecil dan pengapan busi juga kecil.

11. Rubbing blok aus

Jika rubbing blok aus maka akan menyebabkan perubahan pada celah kotak pemutus mengecil dan percikan apin pada kontak menjadi besar. Dan jika sudut dwell membesar makan koil akan menjadi cepat panas, sehingga pengapian menjadi terlalu maju. Rubbing blok yang aus akan membuat penyetelan celah maupun cam dwell angel (CDA) tidak optimal. Dan untuk mencegah rubbing blok tidak cepat aus maka perlu diperhatikan pelumasan pada nok pemutus arus.

12. Sekrup pengikat kontak pemutus kendor

Jika kontak pemutus kendor akan mengakibatkan perubahan celah pemutus kontak mengecil dan percikan api pada kontak menjadi besar. Dan jika sudut dwell membesar maka koil akan cepat panas dan pengapian mejadai lebih maju.

13. Terdapat bisul pada permukaan kontak platina

Terdapat bisul pada permukaan kontak platina akibat pemakaian kapasitas kondensor yang tidaj tepat.

14. Penyetelah celah platina yang tidak tepat

Penyetelan platina yang tidak tepat menjadika  penyebab kerusakan pada platina. Dimana jika celah terlalu kecil saat platina membuka listrik induksi primer tetap meloncat pada kontak platina, perubahan kemagnetak kecil sehingga induksipun kecil. Selain itu celah yang kecil membuat sudut dwell membesar paltina menutup lebih lama dari yang seharusnya, koil menjadi panas dan induksi koil lemah. Sebaliknya jika celah telalu besar menyebabkan sudut dwell kecil, waktu platina menutup juga menjadi lebih singkat, arus primer yang mengalir menjadi lebih kecil dan kemagnetan kecil, induksi yang dihasilkan koil juga menjadi kecil.

15. Pegas kontak pemutus arus lemah

Hal ini dapat menyebabkan kontak platina melayang saat putaran tinggi, sudut dwell menjadi kecil saat putaran tinggi demikian juga tegangan induksi yang dihasilkan.

16. Kabel platina hubung singkat dengan bodi platina

Akibat isolator terbuka maupun isolator terminal kabel platina rusak, sehingga meksi platina terbuka arusb primer tetap mengalir tidak ada induksi pada koil, tidak ada api pada busi, mesin mati dan koil panas.

17. Kabel platina terputus atau permukaan kontak platina terselip kotoran

Ketika kabel platina terputus maka tidak ada arus primer yang mengalir, tidak ada kemagnetan, tidak ada induksi, tidak ada percikan api sehingga mesin tidak dapat hidup.

Perawatan Pada Platina Mobil

Perawatan Platina

Perawatan Platina

Untuk menanggulangi penyebab kerusakan pada platina ada beberapa perawatan pada platina yakni secara berkala sendiri maupun dibengkel. Perawatan ini untuk mengatasi kendala kecil pada mobil anda, biasanya jika pemakaian yang cukup lama atau kurang lebih 5000 Km, maka setelan pada mesin akan bisa berubah juga. Misalnya pada platina mengalami peregangan, hal ini akan membuat kinerja mesin menjadi tidak maksimal. Dan berikut perawatan pada platina yang bisa anda lakukan secara berkala.

18. Periksa filter udara

Periksa filter udara bersihkan dengan angin berteknan tinggi. Dan apabila sudah terlalu kotor ataupun perlu ganti biasanya penggantian berpatokan pada km 8.000 km.

19. Periksa filter bensin

Bersihkan dengan angin bertekanan tinggi, apabila sudah terlalu kotor ganti berpatokan pada km seperti filter udara.

20. Bersihkan busi

Lepas semua busi, bersihkan elektroda pada busi stel celah busi 0.7-0.8 mm dengan menggunakan filler gauge. Dan apabila elektroda busi sudah tipis maka perlu diganti.

21. Bersihkan dan stel platina

Buka tutup distributor, ambil kepala loror distributor, putar poros engkol sampai posisi nok pada cam distributor saat platina membuka penuh. Lalu lepas platina dan apabila kondisin platina masih bagus bersihkan dengan amplas dengan catatan permukaan platina harus flat/rata. Apabila platina sudah rusak maka harus diganti dan kondensorpun harus diganti. Pasang kembali platina stel celah platina antara 0.25 s/d 0.30 mm.

22. Bersihkan kabel busi

Cek kabel busi dengan AVO meter, apabila hasil pengecekan lebih besar dari 6 Ohm maka gantilah.

Nah setelah semua dicek dan dibersihkan, pasang kembali lalu starter mesin, stel posisi RPM pada posisi 700 s/d 800 rpm tanpa ac dan 1000 rpm dengan ac. Stel angin cari putaran mesin paling enak biasanya tutup rapat dahulu angin baru di kendorkan setelah kurang lebih 3 putaran. Dan jika dilakukan dengan benar makan kendala-kendala kecil yang telah kami sampaikan diatas dapat diatasi. Namun jika kerusakan tersebut lebih parah maka anda bisa langsung datang ke bengkel untuk diperbaiki lebih lanjut.

Baca Juga Informasi Lainnya

Sarung Jok Mobil Terbaik

Modifikasi Supermoto

Gimana sobat itulah beberapa cara menyetel platina mobil dengan benar, jika penyetelan dilakukan dengan baik dan benar maka dapat dipastikan jika mobil anda akan awet dan tidak ada masalah jika di bawa berjalan dengan jarak tempuh yang jauh. Namun jika penyetelah dilakukan dengan asaa-asalan maka tidak ditanyakan lagi pastinya banyak kendala yang akan menghampiri mobil anda seperti susah distater bahkan bisa saja mesin tidak dapat menyala. Demikian ulasan dari kami semoga bermafaat bagi kalian semua. “SALAM OTOMOTIF”.

0/5 (0 Reviews)
Advertisement